Paper
Penilaian Hutan
Medan, Oktober 2019
MANFAAT DAN
NILAI EKONOMI HASIL HUTAN BUKAN KAYU ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Dosen Mata Kuliah:
Dr. Agus
Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh:
Dear Rizkita
Damanik 171201014
BDH 5
PROGRAM STUDI
KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Hutan adalah suatu
lapangan bertumbuhan pohon-pohon yang secara keseluruhan merupakan persekutuan
hidup alam hayati beserta alam lingkungannya dan yang ditetapkan pemerintah
sebagai hutan. Jika pengertian hutan ditinjau dari sudut pandang sumberdaya
ekonomi terdapat sekaligus tiga sumberdaya ekonomi (Wirakusumah, 2003)
yaitu:
lahan, vegetasi bersama semua komponen hayatinya serta lingkungan itu sendiri
sebagai sumberdaya ekonomi yang pada akhir-akhir ini tidak dapat diabaikan.
Sedangkan kehutanan diartikan sebagai segala pengurusan yang berkaitan dengan
hutan, mengandung sumberdaya ekonomi yang beragam dan sangat luas pula dari
kegiatan-kegiatan yang bersifat biologis seperti rangkain proses silvikultur
sampai dengan berbagai kegiatan administrasi pengurusan hutan.
Ekonomi sumberdaya
hutan adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap
persoalan produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga
termasuk dalam kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat
(kesempatan kerja, pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang
termasuk dalam kajian ekonomi makro. Kajian ekonomi mikro dalam ekonomi sumberdaya
hutan untuk menjawab barang dan jasa hasil hutan apa yang diproduksi sehingga
dapat menguntungkan unit usaha (bisnis) sebagai pelaku usaha, sedangkan kajian
ekonomi makro akan menjawab bagaimana sumberdaya hutan dimanfaatkan untuk
sebesar-besar kemakmuran rakyat dalam pengertian bahwa sumberdaaya hutan telah
memberikan kontribusi bagi tersedianya lapangan kerja, meningkatkan pendapatan
masyarakat dan memberikan jasa perlindungan lingkungan bagi semua masyarakat.
Nilai
ekonomi sumberdaya hutan baru disadari ketika semakin langka keberadaannya dan
kesejahteraan manusia menjadi terganggu. Konsumsi beberapa manfaat sumberdaya
hutan seperti hidrologis, biologis dan estetika terjadi tidak melalui mekanisme
pasar. Selain dari pada itu manfaat hutan ada juga yang dinikmati sendiri oleh
masyarakat secara tradisional, tidak dijual. Pemanfaatan tersebut secara
ekonomi merupakan pemenuhan sebagian kebutuhan hidup,sehinggadapat dikatakan
bahwa produk barang dan jasa hutan dimaksud dinikmati tetapi tidak dipasarkan (non marketable). Pemanfaatan yang masih
terbatas dan tidak dijualbelikan di pasar menyebabkan penilaian sebagian barang
dan jasa hasil sumberdaya hutan tidak dapat dilakukan secara memuaskan dengan
pendekatan pasar.
Salah satu kekayaan negara kita
adalah hutan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang memiliki
keanekaragaman yang tinggi baik berupa hasil hutan kayu maupun hasil hutan
bukan kayu (HHBK). HHBK merupakan salah
satu sumberdaya hutan yang memiliki keunggulan komparatif dan bersinggungan
langsung dengan kehidupan masyarakat di sekitar hutan, dengan nilai kontribusi
bagi perekonomian yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Strategi
pengembangan HHBK unggulan secara
nasional akan berhasil apabila pengembangannya di setiap daerah dijalankan
dengan baik. Dengan diketahuinya jenis-jenis HHBK yang berpotensi untuk menjadi
komoditas unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, maka
akan dapat disusun strategi pengembangannya sesuai dengan kondisi biofisik,
sosial, ekonomi dan budaya daerah tersebut dan selanjutnya usaha budidaya dan
pemanfaatannya dapat dilakukan secara lebih terencana dan terfokus serta
berkelanjutan.
Tumbuhan
asam Jawa (Tamarindus indica L.)
merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dibudidayakan di negara tropis
sehingga dapat dengan mudah ditemukan termasuk di Indonesia. Tumbuhan ini
biasanya dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional. Bagian tumbuhan Tamarindus indica L. yang biasa
digunakan untuk pengobatan antara lain bagian daun, kulit batang, daging buah,
dan juga bijinya. Tamarindus indica
L. dapat dikembangkan baik secara vegetatif maupun generatif. Perbanyakan Tamarindus indica L. secara vegetatif
dapat menghasilkan buah berlimpah apabila organ tanamannya berasal dari pohon
induk yang bergenetik unggul. Namun karena jarangnya ketersediaan tegakan pohon
Tamarindus indica L. di alam saat
ini, maka perbanyakan secara generatif dengan biji, dapat menjadi pilihan yang
tepat dalam upaya pembudidayaannya.
BAB
II
ISI
II.1 Klasifikasi Asam
Jawa (Tamarindus indica L.)
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo : Rosales
Famili : Caesalpiniaceae
Genus : Tamarindus
Spesies : Tamarindus indica L
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo : Rosales
Famili : Caesalpiniaceae
Genus : Tamarindus
Spesies : Tamarindus indica L
Asam jawa merupakan
tanaman keras berumur panjang yang dapat mencapai umur hingga 200 tahun. Akar
pohon asam jawa yang dalam, juga membuat pohon ini sangat tahan terhadap badai,
sehingga cocok dijadikan sebagai penahan angin (wind breaker). Pohon asam jawa mulai berbuah pada umur 8-12 tahun
hingga berumur 200 tahun. Nama-nama daerah asam jawa yang sering dipakai di
Indonesia antara lain, tamarind (Inggris), tamarinier (Perancis),asam jawa
(Indonesia), celangi, tangkalasem (Sunda), dan asem (Jawa).
Asam jawa dapat tumbuh
baik di daerah semi kering dan iklim basah di kisaran tipe tanah yang luas
bersuhu sampai dengan 47°C dan dapat hidup didataran rendah sampai dataran
menengah (1.000 mdpl - 1.500 mdpl). Karakteristik pohon asam jawa adalah
pohonnya selalu hijau dengan tajuk lebat dan menyebar, memiliki batang berkayu.
Tipe daunnya majemuk dengan panjang mencapai 15 cm dan memiliki 8-18 anak daun
dengan panjang anak daun 1-3,5 cm.Periode masa berbunga pohon asam jawa
biasanya terjadi pada musim semi dan panas, serta masa berbuah selama musim
hujan. Bunga didominasi warna kuning dengan bercak merah muda, pada tangkai
bunga terdiri dari 5-10 bunga. Tipe buah asam jawa berbentuk polong, agak
melengkung dan membungkus biji. Setiap polong berisi 1-10 biji dan dibungkus
dengan daging buah yang lengket. Benih memiliki panjang hingga 18 mm, berbentuk
bulat pipih berwarna coklat tua atau hitam berkilat dengan kulit biji yang
halus. Buah asam jawa dapat menghasilkan 1.800-2.600 benih setiap 1kg.
II.2 Manfaat Asam Jawa
(Tamarindus indica L.)
Asam jawa juga memiliki
manfaat-manfaat positif bagi masyarakat baik dibidang kuliner maupun kesehatan
dan lainnya. Berikut ini merupakan potensi asam jawa yang dapat dikembangkan
sebagai jalan usaha yang menjanjikan. Saat ini tepung biji asam sangat berperan
dalam industri tekstil Indonesia, yaitu sebagai pengental cetak tekstil. Untuk
itu Indonesia masih mengimpor tepung biji asam dari India lantaran ketiadaan
tepung ini di tanah air. Dengan tepung biji asam sebagai pengental, mendapatkan
hasil kekakuan kain dan kekuatan warna yang lebih baik daripada pengental
komersial yang beredar dipasaran, adapun kelebihan lainnya dari tepung ini
adalah tidak bereaksi dengan serat kain maupun zat warna. Dari potensi
asam jawa yang begitu melimpah, seharusnya Indonesia tidak perlu lagi mengimpor
tepung asam jawa yang banyak berasal dari India. Usaha Tepung Asam jawa ini
terlihat begitu menjanjikan jika berhasil dikembangkan di Indonesia yang
tentunya harus memiliki kualitas bersaing dengan produk India.
Buah asam jawa juga dapat kamu manfaatkan untuk
perawatan memutihkan kulit, kulit berminyak, melembabkan dan mengatasi kulit
yang meradang. Selain itu juga dapat dipakai untuk menghaluskan, membersihkan
dan mengharumkan kulit tubuh. Untuk mendapatkan semua manfaat tersebut kamu
bisa menggunakan asam jawa di saat mandi. Sebelum menggunakan sabun mandi,
bersihkan kulit tubuh kamu dengan melakukan luluran untuk membersihkan kotoran
yang melekat pada kulit tubuh.
Kemudian seluruh tubuh digosok dengan asam Jawa yang
telah dicampur dengan sedikit air hangat. Setelah itu, kamu bisa mandi seperti
biasa dengan menggunakan air hangat. Untuk mendapatkan kulit yang bersih, halus
serta harum, lakukan perawatan ini secara teratur seminggu sekali.
Dikalangan masyarakat
indonesia barangkali sudah tidak lagi asing dengan produk yang satu ini. Produk
jajanan permen olahan daging buah asam jawa yang di produksi oleh PT. Mayora
ini telah dipasarkan sejak awal tahun 2000-an dan menjadi primadona dikalangan
anak-anak kecil hingga ibu-ibu karena rasanya yang asam manis di lidah. PT.
Mayora sendiri bukanlah perusahaan makanan yang asing di Indonesia. Mayora
telah berdiri dan berproduksi sejak tahun 1977 dan memiliki brand makanan dan minuman yang terkenal
diantaranya, yakni Torabika, Kopiko, Biskuit roma, Wafer Top, Beng-beng dan
banyak lagi lainnya.
Asam jawa juga dapat bermanfaat bagi kesehatan jika dijadikan
sebuah minuman herbal. Minuman asam jawa dapat membantu menjaga tubuh tetap
sehat. Ada banyak nutrisi dalam minuman asam jawa yang sangat bermanfaat bagi
tubuh. Asam jawa penuh dengan antioksidan yang membuat sistem kekebalan tubuh
menjadi lebih kuat. Selain itu, asam jawa juga mengandung vitamin B dan C,
magnesium, kalsium, zat besi dan kalsium yang baik. Karena itu, selain
menjadikan kulit cerah karena antioksidannya, asam jawa juga membantu
menurunkan berat badan berkat semua kandungan nutrisinya. Air asam jawa bisa
diminum setiap pagi untuk merasakan khasiatnya.
Asam Jawa atau lazim
hanya disebut asam atau asem adalah salah satu bumbu dapur yang
berfungsi sesuai dengan namanya, yakni memberikan rasa asam pada masakan.
Memiliki nama latin Tamarindus indica dan di dunia barat dikenal dengan
nama tamarind. Selain sebagai bumbu masakan, asam jawa juga dimanfaatkan
sebagai bahan jamu dan bahan obat-obatan. Satuan yang digunakan dalam resep
masakan biasanya adalah gram, sendok teh atau sendok makan. Untuk aplikasinya
bisa langsung dimasukkan langsung ke dalam masakan atau bisa juga dilarutkan
dengan air lalu diperas dan dibuang ampasnya. Lazimnya asam jawa dijual di
pasar dalam bentuk kemasan yang terdiri dari kumpulan daging buah dan bijinya.
Sementara buah segarnya berbentuk seperti kacang polong, hanya saja lebih besar
dan lebih gemuk (mengembung) dan kulitnya berwarna cokelat.
Limbah
biji asam jawa mudah didapatkan terutama dari pedagang jamu tradisional yang
masih menggunakan asam jawa dalam meracik jamu. Kerajinan tas dari biji asam
jawa ini dapat dijadikan cinderamata dan produk lokal. Prospek pemasaran tas
biji asam jawa cukup berpeluang. Cinderamata yang khas dan memiliki desain unik
selalu diminati para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh. Tas dari biji asam
jawa merupakan inovasi baru yang unik dan khas sehingga dapat menambah variasi
cinderamata. Selain itu pembuatan tas biji asam jawa dapat meningkatkan nilai
ekonomi biji asam jawa karena selama ini biji asam jawa hanya dianggap sebagai
sampah yang tidak ada manfaatnya namun ternyata dapat berubah menjadi komoditas
usaha yang menjanjikan jika diolah menjadi kerajinan tas yang eksotik, unik dan
menarik sehingga berdaya jual tinggi.
BAB III
KESIMPULAN
Asam
jawa dihasilkan oleh pohon dengan nama ilmiah Tamarindus indica, yang termasuk suku Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Tamarindus.
Nama lain asam jawa adalah asam (Mly.), asem (Jw., Sd.), acem (Md.), asang jawa, asang jawi (berbagai
bahasa di Sulawesi) dan lain-lain.
Asam jawa juga memiliki
manfaat-manfaat positif bagi masyarakat seperti untuk perawatan kecantikan,
untuk obat-obatan, sebagai bumbu dapur, dan juga kerajinan tangan yang
mendukung perekonomian.
DAFTAR PUSTAKA
Lahamado
OT.
Sabang SM. Mustapa K. 2017. Ekstrak Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Sebagai Antidiabetes. Jurnal Akad. Kim. 6(1): 1-6.
Putri
CRH. 2014. Potensi Dan Pemanfaatan Tamarindus indica Dalam Berbagai
Terapi. Jurnal
Ilmiah Kedokteran. 3(2): 40-54.
Wijayanti RK,
Putri WDR. Nugrahini NIP. 2016. Pengaruh
Proporsi Kunyit (Curcuma longa L.) Dan Asam Jawa (Tamarindus indica)
Terhadap Karakteristik Leather Kunyit Asam. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 4(1):
158-169.








Terimakasih infonya kak
ReplyDeletebisa jadi bahan usaha ya bagus
ReplyDeleteEaaa
ReplyDeleteTerima kasih infonya kak
ReplyDeleteBagus kali min
ReplyDeleteMenambah wawasan
ReplyDeleteWow,sangat bermanfaat sekali
ReplyDeleteTerimakasih infonya, sangat bermanfaat. Saya suka
ReplyDeleteTerimakasih infonya, sangat bermanfaat. Saya suka
ReplyDeleteTerimakasih info yaa kak
ReplyDeleteTerimakasih info kak
ReplyDeleteterimakasih kak infonya sangat bermanfaat kali, saya suka.
ReplyDeleteKeren juga nih ternyata asam jawa ya kak, cuman nunggu buat berbuahnya lama.
ReplyDeleteBagus untuk dijadikan referensi
ReplyDeleteTerimakasih infonya, sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya tentang manfaat asam jawa ini
ReplyDeleteTerimakasih info nya .. ..jadi nambah deh wawasan ini
ReplyDeleteWah tq atas info nya
ReplyDeleteSangat bermanfaat
ReplyDeleteTernyata asam jawa memiliki banyak manfaat
ReplyDeleteTerimakasih infonya kak
tulisannya sangat membantu tugas saya semangat menulis kak
ReplyDeleteBisa gak kak asam jawa dijadikan obat diet?
ReplyDeleteInfonya sangat bermanfaat sekali kak, terimakasih
ReplyDeleteisinya sangat bagus👍
ReplyDeleteCocok buat bahan bacaan
ReplyDeleteSemangat menulis cantik👍
ReplyDeleteApakah ada manfaat asam jawa di sektor kehutanan?
ReplyDeleteAku suka permen dari asam jawa, kandunganya apa ya ka?
ReplyDeleteow ini ternyata permen yang sukaku makan itu
ReplyDeleteSangat membantu kak
ReplyDeleteInformasinya bermanfaat kaka
ReplyDeleteTerimakasih kak informasinya,sangat bermanfaat.
ReplyDeleteBermanfaat sekali kak, makasi info nya ya
ReplyDeleteBagus kak, izin copas ya kak...
ReplyDeleteIni ga copaskan?
ReplyDeleteThanks infonya... Sangat membantu
ReplyDelete