Friday, October 18, 2019

ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)


Paper Penilaian Hutan                                                                                            Medan,    Oktober 2019
MANFAAT DAN NILAI EKONOMI HASIL HUTAN BUKAN KAYU ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)

Dosen Mata Kuliah:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:
Dear Rizkita Damanik          171201014
BDH 5
























PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Hutan adalah suatu lapangan bertumbuhan pohon-pohon yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya dan yang ditetapkan pemerintah sebagai hutan. Jika pengertian hutan ditinjau dari sudut pandang sumberdaya ekonomi terdapat sekaligus tiga sumberdaya ekonomi (Wirakusumah, 2003) yaitu: lahan, vegetasi bersama semua komponen hayatinya serta lingkungan itu sendiri sebagai sumberdaya ekonomi yang pada akhir-akhir ini tidak dapat diabaikan. Sedangkan kehutanan diartikan sebagai segala pengurusan yang berkaitan dengan hutan, mengandung sumberdaya ekonomi yang beragam dan sangat luas pula dari kegiatan-kegiatan yang bersifat biologis seperti rangkain proses silvikultur sampai dengan berbagai kegiatan administrasi pengurusan hutan.
Ekonomi sumberdaya hutan adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat (kesempatan kerja, pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian ekonomi makro. Kajian ekonomi mikro dalam ekonomi sumberdaya hutan untuk menjawab barang dan jasa hasil hutan apa yang diproduksi sehingga dapat menguntungkan unit usaha (bisnis) sebagai pelaku usaha, sedangkan kajian ekonomi makro akan menjawab bagaimana sumberdaya hutan dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dalam pengertian bahwa sumberdaaya hutan telah memberikan kontribusi bagi tersedianya lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan jasa perlindungan lingkungan bagi semua masyarakat.
            Nilai ekonomi sumberdaya hutan baru disadari ketika semakin langka keberadaannya dan kesejahteraan manusia menjadi terganggu. Konsumsi beberapa manfaat sumberdaya hutan seperti hidrologis, biologis dan estetika terjadi tidak melalui mekanisme pasar. Selain dari pada itu manfaat hutan ada juga yang dinikmati sendiri oleh masyarakat secara tradisional, tidak dijual. Pemanfaatan tersebut secara ekonomi merupakan pemenuhan sebagian kebutuhan hidup,sehinggadapat dikatakan bahwa produk barang dan jasa hutan dimaksud dinikmati tetapi tidak dipasarkan (non marketable). Pemanfaatan yang masih terbatas dan tidak dijualbelikan di pasar menyebabkan penilaian sebagian barang dan jasa hasil sumberdaya hutan tidak dapat dilakukan secara memuaskan dengan pendekatan pasar.
Salah satu kekayaan negara kita adalah hutan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang memiliki keanekaragaman yang tinggi baik berupa hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu (HHBK).  HHBK merupakan salah satu sumberdaya hutan yang memiliki keunggulan komparatif dan bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat di sekitar hutan, dengan nilai kontribusi bagi perekonomian yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Strategi pengembangan HHBK unggulan  secara nasional akan berhasil apabila pengembangannya di setiap daerah dijalankan dengan baik. Dengan diketahuinya jenis-jenis HHBK yang berpotensi untuk menjadi komoditas unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, maka akan dapat disusun strategi pengembangannya sesuai dengan kondisi biofisik, sosial, ekonomi dan budaya daerah tersebut dan selanjutnya usaha budidaya dan pemanfaatannya dapat dilakukan secara lebih terencana dan terfokus serta berkelanjutan.
                Tumbuhan asam Jawa (Tamarindus indica L.) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dibudidayakan di negara tropis sehingga dapat dengan mudah ditemukan termasuk di Indonesia. Tumbuhan ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional. Bagian tumbuhan Tamarindus indica L. yang biasa digunakan untuk pengobatan antara lain bagian daun, kulit batang, daging buah, dan juga bijinya. Tamarindus indica L. dapat dikembangkan baik secara vegetatif maupun generatif. Perbanyakan Tamarindus indica L. secara vegetatif dapat menghasilkan buah berlimpah apabila organ tanamannya berasal dari pohon induk yang bergenetik unggul. Namun karena jarangnya ketersediaan tegakan pohon Tamarindus indica L. di alam saat ini, maka perbanyakan secara generatif dengan biji, dapat menjadi pilihan yang tepat dalam upaya pembudidayaannya.

BAB II
ISI
II.1 Klasifikasi Asam Jawa (Tamarindus indica L.)

Kingdom                     : Plantae (Tumbuhan)
Divisi                          
  : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                           : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo                            :
Rosales
Famili                          :
Caesalpiniaceae
Genus                          : Tamarindus
Spesies                        : Tamarindus indica L
Asam jawa merupakan tanaman keras berumur panjang yang dapat mencapai umur hingga 200 tahun. Akar pohon asam jawa yang dalam, juga membuat pohon ini sangat tahan terhadap badai, sehingga cocok dijadikan sebagai penahan angin (wind breaker). Pohon asam jawa mulai berbuah pada umur 8-12 tahun hingga berumur 200 tahun. Nama-nama daerah asam jawa yang sering dipakai di Indonesia antara lain, tamarind (Inggris), tamarinier (Perancis),asam jawa (Indonesia), celangi, tangkalasem (Sunda), dan asem (Jawa).
Asam jawa dapat tumbuh baik di daerah semi kering dan iklim basah di kisaran tipe tanah yang luas bersuhu sampai dengan 47°C dan dapat hidup didataran rendah sampai dataran menengah (1.000 mdpl - 1.500 mdpl). Karakteristik pohon asam jawa adalah pohonnya selalu hijau dengan tajuk lebat dan menyebar, memiliki batang berkayu. Tipe daunnya majemuk dengan panjang mencapai 15 cm dan memiliki 8-18 anak daun dengan panjang anak daun 1-3,5 cm.Periode masa berbunga pohon asam jawa biasanya terjadi pada musim semi dan panas, serta masa berbuah selama musim hujan. Bunga didominasi warna kuning dengan bercak merah muda, pada tangkai bunga terdiri dari 5-10 bunga. Tipe buah asam jawa berbentuk polong, agak melengkung dan membungkus biji. Setiap polong berisi 1-10 biji dan dibungkus dengan daging buah yang lengket. Benih memiliki panjang hingga 18 mm, berbentuk bulat pipih berwarna coklat tua atau hitam berkilat dengan kulit biji yang halus. Buah asam jawa dapat menghasilkan 1.800-2.600 benih setiap 1kg.

II.2 Manfaat Asam Jawa (Tamarindus indica L.)
Asam jawa juga memiliki manfaat-manfaat positif bagi masyarakat baik dibidang kuliner maupun kesehatan dan lainnya. Berikut ini merupakan potensi asam jawa yang dapat dikembangkan sebagai jalan usaha yang menjanjikan. Saat ini tepung biji asam sangat berperan dalam industri tekstil Indonesia, yaitu sebagai pengental cetak tekstil. Untuk itu Indonesia masih mengimpor tepung biji asam dari India lantaran ketiadaan tepung ini di tanah air. Dengan tepung biji asam sebagai pengental, mendapatkan hasil kekakuan kain dan kekuatan warna yang lebih baik daripada pengental komersial yang beredar dipasaran, adapun kelebihan lainnya dari tepung ini adalah tidak bereaksi dengan serat kain maupun zat warna. Dari potensi asam jawa yang begitu melimpah, seharusnya Indonesia tidak perlu lagi mengimpor tepung asam jawa yang banyak berasal dari India. Usaha Tepung Asam jawa ini terlihat begitu menjanjikan jika berhasil dikembangkan di Indonesia yang tentunya harus memiliki kualitas bersaing dengan produk India.
Buah asam jawa juga dapat kamu manfaatkan untuk perawatan memutihkan kulit, kulit berminyak, melembabkan dan mengatasi kulit yang meradang. Selain itu juga dapat dipakai untuk menghaluskan, membersihkan dan mengharumkan kulit tubuh. Untuk mendapatkan semua manfaat tersebut kamu bisa menggunakan asam jawa di saat mandi. Sebelum menggunakan sabun mandi, bersihkan kulit tubuh kamu dengan melakukan luluran untuk membersihkan kotoran yang melekat pada kulit tubuh. Kemudian seluruh tubuh digosok dengan asam Jawa yang telah dicampur dengan sedikit air hangat. Setelah itu, kamu bisa mandi seperti biasa dengan menggunakan air hangat. Untuk mendapatkan kulit yang bersih, halus serta harum, lakukan perawatan ini secara teratur seminggu sekali.

Dikalangan masyarakat indonesia barangkali sudah tidak lagi asing dengan produk yang satu ini. Produk jajanan permen olahan daging buah asam jawa yang di produksi oleh PT. Mayora ini telah dipasarkan sejak awal tahun 2000-an dan menjadi primadona dikalangan anak-anak kecil hingga ibu-ibu karena rasanya yang asam manis di lidah. PT. Mayora sendiri bukanlah perusahaan makanan yang asing di Indonesia. Mayora telah berdiri dan berproduksi sejak tahun 1977 dan memiliki brand makanan dan minuman yang terkenal diantaranya, yakni Torabika, Kopiko, Biskuit roma, Wafer Top, Beng-beng dan banyak lagi lainnya.
Asam jawa juga dapat bermanfaat bagi kesehatan jika dijadikan sebuah minuman herbal. Minuman asam jawa dapat membantu menjaga tubuh tetap sehat. Ada banyak nutrisi dalam minuman asam jawa yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Asam jawa penuh dengan antioksidan yang membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Selain itu, asam jawa juga mengandung vitamin B dan C, magnesium, kalsium, zat besi dan kalsium yang baik. Karena itu, selain menjadikan kulit cerah karena antioksidannya, asam jawa juga membantu menurunkan berat badan berkat semua kandungan nutrisinya. Air asam jawa bisa diminum setiap pagi untuk merasakan khasiatnya.

Asam Jawa atau lazim hanya disebut asam atau asem adalah salah satu bumbu dapur yang berfungsi sesuai dengan namanya, yakni memberikan rasa asam pada masakan. Memiliki nama latin Tamarindus indica dan di dunia barat dikenal dengan nama tamarind. Selain sebagai bumbu masakan, asam jawa juga dimanfaatkan sebagai bahan jamu dan bahan obat-obatan. Satuan yang digunakan dalam resep masakan biasanya adalah gram, sendok teh atau sendok makan. Untuk aplikasinya bisa langsung dimasukkan langsung ke dalam masakan atau bisa juga dilarutkan dengan air lalu diperas dan dibuang ampasnya. Lazimnya asam jawa dijual di pasar dalam bentuk kemasan yang terdiri dari kumpulan daging buah dan bijinya. Sementara buah segarnya berbentuk seperti kacang polong, hanya saja lebih besar dan lebih gemuk (mengembung) dan kulitnya berwarna cokelat.

Limbah biji asam jawa mudah didapatkan terutama dari pedagang jamu tradisional yang masih menggunakan asam jawa dalam meracik jamu. Kerajinan tas dari biji asam jawa ini dapat dijadikan cinderamata dan produk lokal. Prospek pemasaran tas biji asam jawa cukup berpeluang. Cinderamata yang khas dan memiliki desain unik selalu diminati para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh. Tas dari biji asam jawa merupakan inovasi baru yang unik dan khas sehingga dapat menambah variasi cinderamata. Selain itu pembuatan tas biji asam jawa dapat meningkatkan nilai ekonomi biji asam jawa karena selama ini biji asam jawa hanya dianggap sebagai sampah yang tidak ada manfaatnya namun ternyata dapat berubah menjadi komoditas usaha yang menjanjikan jika diolah menjadi kerajinan tas yang eksotik, unik dan menarik sehingga berdaya jual tinggi.

          

BAB III
KESIMPULAN
Asam jawa dihasilkan oleh pohon dengan nama ilmiah Tamarindus indica, yang termasuk suku Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Tamarindus. Nama lain asam jawa adalah asam (Mly.), asem (Jw., Sd.), acem (Md.), asang jawa, asang jawi (berbagai bahasa di Sulawesi) dan lain-lain.
Asam jawa juga memiliki manfaat-manfaat positif bagi masyarakat seperti untuk perawatan kecantikan, untuk obat-obatan, sebagai bumbu dapur, dan juga kerajinan tangan yang mendukung perekonomian.

DAFTAR PUSTAKA

Lahamado OT. Sabang SM. Mustapa K. 2017. Ekstrak Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Sebagai Antidiabetes. Jurnal Akad. Kim. 6(1): 1-6.

Putri CRH. 2014. Potensi Dan Pemanfaatan Tamarindus indica Dalam Berbagai Terapi. Jurnal Ilmiah Kedokteran. 3(2): 40-54.

Wijayanti RK, Putri WDR. Nugrahini NIP. 2016. Pengaruh Proporsi Kunyit (Curcuma longa L.) Dan Asam Jawa (Tamarindus indica) Terhadap Karakteristik Leather Kunyit Asam. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 4(1): 158-169.

35 comments:

  1. Terimakasih infonya, sangat bermanfaat. Saya suka

    ReplyDelete
  2. Terimakasih infonya, sangat bermanfaat. Saya suka

    ReplyDelete
  3. terimakasih kak infonya sangat bermanfaat kali, saya suka.

    ReplyDelete
  4. Keren juga nih ternyata asam jawa ya kak, cuman nunggu buat berbuahnya lama.

    ReplyDelete
  5. Terimakasih infonya, sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya tentang manfaat asam jawa ini

    ReplyDelete
  6. Terimakasih info nya .. ..jadi nambah deh wawasan ini

    ReplyDelete
  7. Ternyata asam jawa memiliki banyak manfaat
    Terimakasih infonya kak

    ReplyDelete
  8. tulisannya sangat membantu tugas saya semangat menulis kak

    ReplyDelete
  9. Bisa gak kak asam jawa dijadikan obat diet?

    ReplyDelete
  10. Infonya sangat bermanfaat sekali kak, terimakasih

    ReplyDelete
  11. Apakah ada manfaat asam jawa di sektor kehutanan?

    ReplyDelete
  12. Aku suka permen dari asam jawa, kandunganya apa ya ka?

    ReplyDelete
  13. ow ini ternyata permen yang sukaku makan itu

    ReplyDelete
  14. Terimakasih kak informasinya,sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  15. Bermanfaat sekali kak, makasi info nya ya

    ReplyDelete
  16. Thanks infonya... Sangat membantu

    ReplyDelete