Friday, October 18, 2019

ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)


Paper Penilaian Hutan                                                                                            Medan,    Oktober 2019
MANFAAT DAN NILAI EKONOMI HASIL HUTAN BUKAN KAYU ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)

Dosen Mata Kuliah:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:
Dear Rizkita Damanik          171201014
BDH 5
























PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Hutan adalah suatu lapangan bertumbuhan pohon-pohon yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya dan yang ditetapkan pemerintah sebagai hutan. Jika pengertian hutan ditinjau dari sudut pandang sumberdaya ekonomi terdapat sekaligus tiga sumberdaya ekonomi (Wirakusumah, 2003) yaitu: lahan, vegetasi bersama semua komponen hayatinya serta lingkungan itu sendiri sebagai sumberdaya ekonomi yang pada akhir-akhir ini tidak dapat diabaikan. Sedangkan kehutanan diartikan sebagai segala pengurusan yang berkaitan dengan hutan, mengandung sumberdaya ekonomi yang beragam dan sangat luas pula dari kegiatan-kegiatan yang bersifat biologis seperti rangkain proses silvikultur sampai dengan berbagai kegiatan administrasi pengurusan hutan.
Ekonomi sumberdaya hutan adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat (kesempatan kerja, pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian ekonomi makro. Kajian ekonomi mikro dalam ekonomi sumberdaya hutan untuk menjawab barang dan jasa hasil hutan apa yang diproduksi sehingga dapat menguntungkan unit usaha (bisnis) sebagai pelaku usaha, sedangkan kajian ekonomi makro akan menjawab bagaimana sumberdaya hutan dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dalam pengertian bahwa sumberdaaya hutan telah memberikan kontribusi bagi tersedianya lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan jasa perlindungan lingkungan bagi semua masyarakat.
            Nilai ekonomi sumberdaya hutan baru disadari ketika semakin langka keberadaannya dan kesejahteraan manusia menjadi terganggu. Konsumsi beberapa manfaat sumberdaya hutan seperti hidrologis, biologis dan estetika terjadi tidak melalui mekanisme pasar. Selain dari pada itu manfaat hutan ada juga yang dinikmati sendiri oleh masyarakat secara tradisional, tidak dijual. Pemanfaatan tersebut secara ekonomi merupakan pemenuhan sebagian kebutuhan hidup,sehinggadapat dikatakan bahwa produk barang dan jasa hutan dimaksud dinikmati tetapi tidak dipasarkan (non marketable). Pemanfaatan yang masih terbatas dan tidak dijualbelikan di pasar menyebabkan penilaian sebagian barang dan jasa hasil sumberdaya hutan tidak dapat dilakukan secara memuaskan dengan pendekatan pasar.
Salah satu kekayaan negara kita adalah hutan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang memiliki keanekaragaman yang tinggi baik berupa hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu (HHBK).  HHBK merupakan salah satu sumberdaya hutan yang memiliki keunggulan komparatif dan bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat di sekitar hutan, dengan nilai kontribusi bagi perekonomian yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Strategi pengembangan HHBK unggulan  secara nasional akan berhasil apabila pengembangannya di setiap daerah dijalankan dengan baik. Dengan diketahuinya jenis-jenis HHBK yang berpotensi untuk menjadi komoditas unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, maka akan dapat disusun strategi pengembangannya sesuai dengan kondisi biofisik, sosial, ekonomi dan budaya daerah tersebut dan selanjutnya usaha budidaya dan pemanfaatannya dapat dilakukan secara lebih terencana dan terfokus serta berkelanjutan.
                Tumbuhan asam Jawa (Tamarindus indica L.) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dibudidayakan di negara tropis sehingga dapat dengan mudah ditemukan termasuk di Indonesia. Tumbuhan ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional. Bagian tumbuhan Tamarindus indica L. yang biasa digunakan untuk pengobatan antara lain bagian daun, kulit batang, daging buah, dan juga bijinya. Tamarindus indica L. dapat dikembangkan baik secara vegetatif maupun generatif. Perbanyakan Tamarindus indica L. secara vegetatif dapat menghasilkan buah berlimpah apabila organ tanamannya berasal dari pohon induk yang bergenetik unggul. Namun karena jarangnya ketersediaan tegakan pohon Tamarindus indica L. di alam saat ini, maka perbanyakan secara generatif dengan biji, dapat menjadi pilihan yang tepat dalam upaya pembudidayaannya.

BAB II
ISI
II.1 Klasifikasi Asam Jawa (Tamarindus indica L.)

Kingdom                     : Plantae (Tumbuhan)
Divisi                          
  : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                           : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo                            :
Rosales
Famili                          :
Caesalpiniaceae
Genus                          : Tamarindus
Spesies                        : Tamarindus indica L
Asam jawa merupakan tanaman keras berumur panjang yang dapat mencapai umur hingga 200 tahun. Akar pohon asam jawa yang dalam, juga membuat pohon ini sangat tahan terhadap badai, sehingga cocok dijadikan sebagai penahan angin (wind breaker). Pohon asam jawa mulai berbuah pada umur 8-12 tahun hingga berumur 200 tahun. Nama-nama daerah asam jawa yang sering dipakai di Indonesia antara lain, tamarind (Inggris), tamarinier (Perancis),asam jawa (Indonesia), celangi, tangkalasem (Sunda), dan asem (Jawa).
Asam jawa dapat tumbuh baik di daerah semi kering dan iklim basah di kisaran tipe tanah yang luas bersuhu sampai dengan 47°C dan dapat hidup didataran rendah sampai dataran menengah (1.000 mdpl - 1.500 mdpl). Karakteristik pohon asam jawa adalah pohonnya selalu hijau dengan tajuk lebat dan menyebar, memiliki batang berkayu. Tipe daunnya majemuk dengan panjang mencapai 15 cm dan memiliki 8-18 anak daun dengan panjang anak daun 1-3,5 cm.Periode masa berbunga pohon asam jawa biasanya terjadi pada musim semi dan panas, serta masa berbuah selama musim hujan. Bunga didominasi warna kuning dengan bercak merah muda, pada tangkai bunga terdiri dari 5-10 bunga. Tipe buah asam jawa berbentuk polong, agak melengkung dan membungkus biji. Setiap polong berisi 1-10 biji dan dibungkus dengan daging buah yang lengket. Benih memiliki panjang hingga 18 mm, berbentuk bulat pipih berwarna coklat tua atau hitam berkilat dengan kulit biji yang halus. Buah asam jawa dapat menghasilkan 1.800-2.600 benih setiap 1kg.

II.2 Manfaat Asam Jawa (Tamarindus indica L.)
Asam jawa juga memiliki manfaat-manfaat positif bagi masyarakat baik dibidang kuliner maupun kesehatan dan lainnya. Berikut ini merupakan potensi asam jawa yang dapat dikembangkan sebagai jalan usaha yang menjanjikan. Saat ini tepung biji asam sangat berperan dalam industri tekstil Indonesia, yaitu sebagai pengental cetak tekstil. Untuk itu Indonesia masih mengimpor tepung biji asam dari India lantaran ketiadaan tepung ini di tanah air. Dengan tepung biji asam sebagai pengental, mendapatkan hasil kekakuan kain dan kekuatan warna yang lebih baik daripada pengental komersial yang beredar dipasaran, adapun kelebihan lainnya dari tepung ini adalah tidak bereaksi dengan serat kain maupun zat warna. Dari potensi asam jawa yang begitu melimpah, seharusnya Indonesia tidak perlu lagi mengimpor tepung asam jawa yang banyak berasal dari India. Usaha Tepung Asam jawa ini terlihat begitu menjanjikan jika berhasil dikembangkan di Indonesia yang tentunya harus memiliki kualitas bersaing dengan produk India.
Buah asam jawa juga dapat kamu manfaatkan untuk perawatan memutihkan kulit, kulit berminyak, melembabkan dan mengatasi kulit yang meradang. Selain itu juga dapat dipakai untuk menghaluskan, membersihkan dan mengharumkan kulit tubuh. Untuk mendapatkan semua manfaat tersebut kamu bisa menggunakan asam jawa di saat mandi. Sebelum menggunakan sabun mandi, bersihkan kulit tubuh kamu dengan melakukan luluran untuk membersihkan kotoran yang melekat pada kulit tubuh. Kemudian seluruh tubuh digosok dengan asam Jawa yang telah dicampur dengan sedikit air hangat. Setelah itu, kamu bisa mandi seperti biasa dengan menggunakan air hangat. Untuk mendapatkan kulit yang bersih, halus serta harum, lakukan perawatan ini secara teratur seminggu sekali.

Dikalangan masyarakat indonesia barangkali sudah tidak lagi asing dengan produk yang satu ini. Produk jajanan permen olahan daging buah asam jawa yang di produksi oleh PT. Mayora ini telah dipasarkan sejak awal tahun 2000-an dan menjadi primadona dikalangan anak-anak kecil hingga ibu-ibu karena rasanya yang asam manis di lidah. PT. Mayora sendiri bukanlah perusahaan makanan yang asing di Indonesia. Mayora telah berdiri dan berproduksi sejak tahun 1977 dan memiliki brand makanan dan minuman yang terkenal diantaranya, yakni Torabika, Kopiko, Biskuit roma, Wafer Top, Beng-beng dan banyak lagi lainnya.
Asam jawa juga dapat bermanfaat bagi kesehatan jika dijadikan sebuah minuman herbal. Minuman asam jawa dapat membantu menjaga tubuh tetap sehat. Ada banyak nutrisi dalam minuman asam jawa yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Asam jawa penuh dengan antioksidan yang membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Selain itu, asam jawa juga mengandung vitamin B dan C, magnesium, kalsium, zat besi dan kalsium yang baik. Karena itu, selain menjadikan kulit cerah karena antioksidannya, asam jawa juga membantu menurunkan berat badan berkat semua kandungan nutrisinya. Air asam jawa bisa diminum setiap pagi untuk merasakan khasiatnya.

Asam Jawa atau lazim hanya disebut asam atau asem adalah salah satu bumbu dapur yang berfungsi sesuai dengan namanya, yakni memberikan rasa asam pada masakan. Memiliki nama latin Tamarindus indica dan di dunia barat dikenal dengan nama tamarind. Selain sebagai bumbu masakan, asam jawa juga dimanfaatkan sebagai bahan jamu dan bahan obat-obatan. Satuan yang digunakan dalam resep masakan biasanya adalah gram, sendok teh atau sendok makan. Untuk aplikasinya bisa langsung dimasukkan langsung ke dalam masakan atau bisa juga dilarutkan dengan air lalu diperas dan dibuang ampasnya. Lazimnya asam jawa dijual di pasar dalam bentuk kemasan yang terdiri dari kumpulan daging buah dan bijinya. Sementara buah segarnya berbentuk seperti kacang polong, hanya saja lebih besar dan lebih gemuk (mengembung) dan kulitnya berwarna cokelat.

Limbah biji asam jawa mudah didapatkan terutama dari pedagang jamu tradisional yang masih menggunakan asam jawa dalam meracik jamu. Kerajinan tas dari biji asam jawa ini dapat dijadikan cinderamata dan produk lokal. Prospek pemasaran tas biji asam jawa cukup berpeluang. Cinderamata yang khas dan memiliki desain unik selalu diminati para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh. Tas dari biji asam jawa merupakan inovasi baru yang unik dan khas sehingga dapat menambah variasi cinderamata. Selain itu pembuatan tas biji asam jawa dapat meningkatkan nilai ekonomi biji asam jawa karena selama ini biji asam jawa hanya dianggap sebagai sampah yang tidak ada manfaatnya namun ternyata dapat berubah menjadi komoditas usaha yang menjanjikan jika diolah menjadi kerajinan tas yang eksotik, unik dan menarik sehingga berdaya jual tinggi.

          

BAB III
KESIMPULAN
Asam jawa dihasilkan oleh pohon dengan nama ilmiah Tamarindus indica, yang termasuk suku Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Tamarindus. Nama lain asam jawa adalah asam (Mly.), asem (Jw., Sd.), acem (Md.), asang jawa, asang jawi (berbagai bahasa di Sulawesi) dan lain-lain.
Asam jawa juga memiliki manfaat-manfaat positif bagi masyarakat seperti untuk perawatan kecantikan, untuk obat-obatan, sebagai bumbu dapur, dan juga kerajinan tangan yang mendukung perekonomian.

DAFTAR PUSTAKA

Lahamado OT. Sabang SM. Mustapa K. 2017. Ekstrak Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Sebagai Antidiabetes. Jurnal Akad. Kim. 6(1): 1-6.

Putri CRH. 2014. Potensi Dan Pemanfaatan Tamarindus indica Dalam Berbagai Terapi. Jurnal Ilmiah Kedokteran. 3(2): 40-54.

Wijayanti RK, Putri WDR. Nugrahini NIP. 2016. Pengaruh Proporsi Kunyit (Curcuma longa L.) Dan Asam Jawa (Tamarindus indica) Terhadap Karakteristik Leather Kunyit Asam. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 4(1): 158-169.

Thursday, October 17, 2019

manfaat dan nilai ekonomi hhbk bunga lawang


Paper Penilaian Hutan                                                                                         Medan,    Oktober 2019
MANFAAT DAN NILAI EKONOMI HASIL HUTAN BUKAN KAYU BUNGA LAWANG (Illicium verum)

Dosen Mata Kuliah:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:
Dear Rizkita Damanik          171201014
BDH 5
























PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019


BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Hutan adalah suatu lapangan bertumbuhan pohon-pohon yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya dan yang ditetapkan pemerintah sebagai hutan. Jika pengertian hutan ditinjau dari sudut pandang sumberdaya ekonomi terdapat sekaligus tiga sumberdaya ekonomi (Wirakusumah, 2003) yaitu: lahan, vegetasi bersama semua komponen hayatinya serta lingkungan itu sendiri sebagai sumberdaya ekonomi yang pada akhir-akhir ini tidak dapat diabaikan. Sedangkan kehutanan diartikan sebagai segala pengurusan yang berkaitan dengan hutan, mengandung sumberdaya ekonomi yang beragam dan sangat luas pula dari kegiatan-kegiatan yang bersifat biologis seperti rangkain proses silvikultur sampai dengan berbagai kegiatan administrasi pengurusan hutan.
Ekonomi sumberdaya hutan adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat (kesempatan kerja, pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian ekonomi makro. Kajian ekonomi mikro dalam ekonomi sumberdaya hutan untuk menjawab barang dan jasa hasil hutan apa yang diproduksi sehingga dapat menguntungkan unit usaha (bisnis) sebagai pelaku usaha, sedangkan kajian ekonomi makro akan menjawab bagaimana sumberdaya hutan dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dalam pengertian bahwa sumberdaaya hutan telah memberikan kontribusi bagi tersedianya lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan jasa perlindungan lingkungan bagi semua masyarakat.
            Nilai ekonomi sumberdaya hutan baru disadari ketika semakin langka keberadaannya dan kesejahteraan manusia menjadi terganggu. Konsumsi beberapa manfaat sumberdaya hutan seperti hidrologis, biologis dan estetika terjadi tidak melalui mekanisme pasar. Selain dari pada itu manfaat hutan ada juga yang dinikmati sendiri oleh masyarakat secara tradisional, tidak dijual. Pemanfaatan tersebut secara ekonomi merupakan pemenuhan sebagian kebutuhan hidup,sehinggadapat dikatakan bahwa produk barang dan jasa hutan dimaksud dinikmati tetapi tidak dipasarkan (non marketable). Pemanfaatan yang masih terbatas dan tidak dijualbelikan di pasar menyebabkan penilaian sebagian barang dan jasa hasil sumberdaya hutan tidak dapat dilakukan secara memuaskan dengan pendekatan pasar.
Salah satu kekayaan negara kita adalah hutan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang memiliki keanekaragaman yang tinggi baik berupa hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu (HHBK).  HHBK merupakan salah satu sumberdaya hutan yang memiliki keunggulan komparatif dan bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat di sekitar hutan, dengan nilai kontribusi bagi perekonomian yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Strategi pengembangan HHBK unggulan  secara nasional akan berhasil apabila pengembangannya di setiap daerah dijalankan dengan baik. Dengan diketahuinya jenis-jenis HHBK yang berpotensi untuk menjadi komoditas unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, maka akan dapat disusun strategi pengembangannya sesuai dengan kondisi biofisik, sosial, ekonomi dan budaya daerah tersebut dan selanjutnya usaha budidaya dan pemanfaatannya dapat dilakukan secara lebih terencana dan terfokus serta berkelanjutan.
Rempah adalah bagian tumbuhan yang memiliki aroma atau rasa yang kuat yang digunakan dalam jumlah kecil dalam makanan sebagai pengawet atau perisa dalam masakan. Rempah  merupakan bagian terpenting dalam masakan karena jika rempah tidak dimasukkan maka citarasa dan aroma dari masakan tersebut berkurang. Bunga lawang merupakan salah satu jenis tanaman populer di indonesia yang biasa digunakan sebagai bumbu rempah. Di Indonesia, bunga lanwang digunakan oleh beberapa daerah yang memiliki ciri khas masakan bumbu tajam, contohnya gulai Aceh, Rendang Minang, masakan Jawa, dan Bali. Bagian utama bunga lawang yang sering dijadikan sebagai bumbu rempah adalah bagian buahnya yang berbentuk bintang, karena pada buahnya terdapat terdapat biji yang mengandung minyak atsiri dan resin. Buah dari bunga lawang mengandung minyak atsiri (anethole 85-90%), resin, lemak, tanin, pepktin, terpen, estradol, safrol, timokuinon, flavonoid, glukosida, dan saponin.


BAB II
ISI

II.1 Klasifikasi Bunga Lawang (Illicium verum)




Kingdom:        Plantae
Divisi:              Magnoliophyta
Kelas:              Magnoliopsida
Ordo:               Austrobaileyales
Famili:             Illiciaceae
Genus:             Illicium
Spesies:           I. Verum

Bunga lawang (Illicium verum) atau Kembang Lawang atau pekak adalah rempah yang memiliki rasa yang mirip dengan Adas manis. Rempah ini banyak digunakan di dalam masakan negara-negara Asia. Bunga lawang adalah salah satu bumbu tradisional masakan Cina yaitu ngo hiong yang terdiri dari lima jenis rempah. Nama Bunga Lawang dalam Bahasa Cina adalah ba jiao atau bat gok yang memiliki arti delapan tanduk, sesuai dengan bentuknya yang memiliki delapan kelopak. Bunga Lawang mempunyai bau khas yang kuat. Dari asalnya di Cina, rempah ini mulai diperkenalkan di Eropa pada awal abad ke-17 dan sejak saat itu mulai meraih popularitas. Bunga Lawang sebenarnya bukannya bunga, ia adalah buah yang dihasilkan oleh sejenis pohon kecil.
Bunga lawang umumnya tumbuh dari stek atau dari benih berwarna coklat keemasan yg berada di kelopak bunga lawang. Benih tersebut dapat di tanam setelah dikumpulkan, atau dapat direndam dulu di dalam air pada suhu 41oF selama satu tahun sampai kemudian ditaburkan di atas tanah. Pohon muda akan diberi pupuk pada saat pohon berusia 3 tahun. Pohon asli Asia tersebut berukuran sedang dengan tinggi hingga 8 m (26 kaki). Pohon tersebut menghasilkan bunga kecil berwarna kuning, daun hijau tebal dan buah yang berbentuk bintang. Pohon bunga lawang mulai berbunga pada umur 6 tahun dan berproduksi 2 kali dalam setahun. Tiga hingga empat bulan setelah berbunga, kemudian pohon ini menghasilkan buah. Produktivitas meningkat seiring pertambahan umur pohon. Buah tersebut terdiri dari 6-8 karpel (kelopak), setiap karpel panjangnya sekitar 10mm berbentuk melengkung seperti bunga, kerasdan keriput, yang juga mengandung benih. Panen dilakukan saat buah matang,karena kadar minyak atsiri lebih tinggi, hasil rata-rata 40-45 kg buah diperoleh dari sebuah pohon berumur 13 sampai 25 tahun. Setelah buah dikeringkan, setiap 100 kg buah maka akan menghasilkan 20-30 kg bunga lawang dalam bentuk kering.

 

II.2 Manfaat Bunga Lawang (Illicium verum)
          Bunga lawang dikenal dengan nama latin Illicium verum merupakan bunga berwarna kecokelatan dan keras ini bagian tengahnya berisi biji berwarna coklat dan mengkilap yang beraroma harum, mirip adas dan agak kemanis-manisan. Bunga lawang umumnya dijadikan rempah untuk menjadikan penyedap rasa untuk makanan, sama seperti kulit kayu manisdan bunga cengkehsehingga membuat aroma masakan menjadi segar dan wangi. Seperti halnya pada kecap, pekak adalah salah satu bumbu untuk membuat kecap memiliki aroma yang khas. Bumbu dapur bunga lawang juga banyak digunakan dalam masakan hingga berbagai macam hidangan, termasuk sup, bumbu daging terutama daging sapi dan unggas atau yang sejenis dengan gulai, kue dan eskrim. Masakan diberbagai negara didunia pun menggunakan bunga lawang, diantaranya di Indiasering digunakan pada kari. Bangsa Thailand, Vietnam, dan Indonesia juga banyak memakai bunga lawang untuk penyedap masakan. Di Indonesia, bumbu dapur bunga lawang ini digunakan di berberapa daerah yang memiliki ciri khas masakan berbumbu tajam. Misalnya saja gulai Aceh, rendang Padang, masakan Jawa, dan Bali.
          Selain menyedapkan masakan, bunga lawang juga memiliki khasiat kesehatan. Bumbu ini baik untuk mengatasi gangguan pencernaan dan memiliki fungsi diuretik atau melancarkan saluran kencing. Selain itu digunakan juga untuk pengobatan tradisional di Asia, contohnya untuk sakit sendi. Bunga lawang juga sering dimanfaatkan untuk minuman tradisional seperti jamu dan campuran minum teh. Salah satunya adalah minuman teh khas Thailand yang merupakan campuran teh hitam dan bubuk bunga lawang. Teh dari bunga lawang juga bisa dijadikan obat batuk. Minyaknya juga bisa mengurangi gejala mual-mual bagi ibu yang sedang mengandung. Kandungan asam shikimat (shikimic acid) dalam bunga lawang membuat rempah ini dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuat obat antiflu burung, tamiflu. Hal ini menyebabkan stoknya sempat menghilang dari pasaran dan harganya melambung.
Bunga lawang, menurut encyclopedia of species: Star Anise, memiliki beberapa kandunganyang bermanfaat bagi kesehatan. Diantaranya, minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eterik (atheric oil), minyak esensial (essential oil), volatile oil, serta minyak aromatik (aromatic oil), yang merupakan kelompok besar minyak nabati berwujud cairan kentalpada suhu ruang namun mudah menguap sehingga membentuk aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok untuk pengobatan alami. Minyak esensial bunga lawang itu juga digunakan dalam perdagangan pangan pada perusahaan kue dan biskuit sebagai perisa. Minyak bunga lawang diperoleh dari proses penyulingan. Kandungan minyak atsiri terutama pada kulit buah, bukan pada biji. Minyak bunga lawang berwarna bening atau kuning pucat dengan karakteristik aroma bunga lawang dan cita rasa manis. Taanin, yang terkandung dalam bunga lawang, memberikan aroma dan rasa sedap yang khas. Sifat pengelat atau pengerut (astringensia) di dalam bunga lawang sering dijadikan sebagai bahan obat-obatan.

Esktrak tanaman bunga lawang memiliki sifat antijamur dan antibakteri alami. Bunga lawang mampu mengendalikan jenis jamur tertentu seperti Candida albicans. Jamur yang satu ini menjadi penyebab infeksi yang paling umum. Biasanya Candida albicans dapat tumbuh tanpa terkendali dan menyebabkan penyakit kandidiasis. Selain itu, para ilmuwan di Taiwan juga menemukan ada empat senyawa antimikroba di dalam bunga lawang yang efektif mengatasi 70 strain bakteri yang resistan alias kebal terhadap obat.

Bunga lawang mengandung minyak esensial linaool dan vitamin C yang merupakan sumber antioksidan. Antioksidan adalah senyawa alami yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan racun lingkungan seperti asap rokok dan polusi udara. Radikal bebas yang ada di dalam tubuh mempercepat proses penuaan tubuh. Akibatnya, Anda berisiko terkena berbagai penyakit seperti jantung dan kanker hingga penuaan dini pada kulit.

Selain dapat meningkatkan kesehatan,tubuh secara keseluruhan, bunga lawang dapat membantu mengatasi berbagai penyakit selama kehamilan. Sehingga tanaman herbal yang satu ini aman dan baik dikonsumsi saat hamil. Bahkan, ibu menyusui juga bisa mencoba bunga lawang untuk meningkatkan produksi ASI. Senyawa antehole pada bunga lawang juga menunjukkan sifat mirip hormon esterogen yang dapat mengatur fungsi hormon pada wanita.
Bunga lawang termasuk rempah yang kaya akan serat. Sudah bukan hal baru bahwa serat mampu menjaga kesehatan sistem pencernaan seperti mengatasi perut kembung, kram, dan sembelit. Serat mampu melembutkan dan melunakkan feses sehingga mencegah dari sembelit. Sembelit yang dibiarkan terlalu lama dapat berkembang menjadi wasir yang bisa menyebabkan buang air besar berdarhdan menyakitkan. Satu sendok makan ekstrak bunga lawang mengandung satu gram serat atau setara dengan 3-4% dari kebutuhan harian, tergantung pada usia dan jenis kelamin.



BAB III
KESIMPULAN

Bunga Lawang dikenal dengan nama latin (ilmiah) Illicium Verum merupakan bunga berwarna kecokelatan dan keras ini bagian tengahnya berisi biji berwarna cokelat dan mengilap yang beraroma harum, mirip adas dan agak kemanis-manisan.

Bunga lawang biasanya sering dijadikan sebagai bumbu rempah adalah bagian buahnya yang berbentuk bintang, karena pada buahnya terdapat terdapat biji yang mengandung minyak atsiri dan resin. Buah dari bunga lawang mengandung minyak atsiri (anethole 85-90%), resin, lemak, tanin, pepktin, terpen, estradol, safrol, timokuinon, flavonoid, glukosida, dan saponin.

 

 

DAFTAR PUSTAKA
Hilmarni. 2019. Uji Efek Teratogenik Infusa Bunga Lawang (Illicium verum Hook.f) Pada Mencit Putih. Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. 4(1): 1-10.

Hutasoit HE. 2014. Formulasi Ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum Hook.f.) Sebagai Sediaan Obat Kumur dan Uji Aktivitas Antibakteri. Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

Lestari E, Wahyudi BF, Ustiawan A, Dewi DI. 2019. Potensi Minyak Atsiri Bunga Lawang (Illicium verum) sebagai Repelen Nyamuk Aedes aegypti. BALABA. 15(1): 13-22.

Rosari AR, Duniaji AS, Nocianitri KA. 2018. Uji Fitokimia Ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum Hook.f) dan Daya Hambatnya Terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan. 7(4): 148-155.

Winarsih S, Vamelia RE, Nurlaily N, Tanzila MG. 2018. Identifikasi Senyawa Aktif Crude Ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum) dan Uji Antimikrobia Pembusuk dari Daging Ayam Broiler. Jurnal Agroteknologi. 12(2): 1-7.